Belajar Candlestick

KaEdah dan peraturan terbentuknya Candlestick

Setelah mengetahui berbagai macam pola-pola candlestick yang ada, maka dalam mengintepretasikan penggunaan pola-pola candlestick tersebut, anda harus mengikuti kaidah-kaidah dan peraturan penting dari pola terbentuknya candlestick itu sendiri, sehingga menjadi dasar acuan pertimbangan untuk bertransaksi di pasar bursa efek.

Terdapat 3 kaidah yang penting untuk mengidentifikasikan pola-pola candlestick

1. Ukuran

Ukuran besarnya sebuah Candlestick mencerminkan sebuah kegiatan akumulasi ataupun distribusi dari volume sebuah transaksi yang sedang terjadi terhadap nilai dari pasar.

Jika terjadi pertambahan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi pembelian dan akumulasi dari suatu nilai pasar.

Namun sebaliknya, jika terjadi pengurangan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi penjualan dan distribusi dari suatu nilai pasar.

2. Bentuk dan Pola

Bentuk dari sebuah pola candlestick mencerminkan perilaku transaksi yang sedang terjadi di pasar. Bisa jadi merupakan proses pembentukan arah pasar, ataupun memberikan sebuah sinyal butat kita untuk bertransaksi jual ataupun beli di pasar.

3. Posisi

Posisi dari pola candlestick akan menunjukkan panduan bagi kita untuk menentukan kemungkinan untuk bertransaksi.

Misalnya anda dapat menemukan pola hammer berada pada sebuah dasar dari sebuah pola kecenderungan turun, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya pola pembalikan trend/reversal, ataupun dapat ditemukan juga di atas sebuah pola kecenderungan / trend naik yang disebut juga dengan pola hanging man.

Dengan mengetahui kaidah-kaidah terbentuknya candlestick seperti di atas, dapat membantu anda untuk memaksimalkan keuntungan/profit dari transaksi anda di suatu pasar bursa.

.
Setelah mengetahui berbagai macam pola-pola candlestick yang ada, maka dalam mengintepretasikan penggunaan pola-pola candlestick tersebut, anda harus mengikuti kaidah-kaidah dan peraturan penting dari pola terbentuknya candlestick itu sendiri, sehingga menjadi dasar acuan pertimbangan untuk bertransaksi di pasar bursa efek.

Terdapat 3 kaidah yang penting untuk mengidentifikasikan pola-pola candlestick

1. Ukuran

Ukuran besarnya sebuah Candlestick mencerminkan sebuah kegiatan akumulasi ataupun distribusi dari volume sebuah transaksi yang sedang terjadi terhadap nilai dari pasar.

Jika terjadi pertambahan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi pembelian dan akumulasi dari suatu nilai pasar.

Namun sebaliknya, jika terjadi pengurangan ukuran sebuah batangan candle, maka hal tersebut dapat diartikan sedang terjadi transaksi penjualan dan distribusi dari suatu nilai pasar.

2. Bentuk dan Pola

Bentuk dari sebuah pola candlestick mencerminkan perilaku transaksi yang sedang terjadi di pasar. Bisa jadi merupakan proses pembentukan arah pasar, ataupun memberikan sebuah sinyal butat kita untuk bertransaksi jual ataupun beli di pasar.

3. Posisi

Posisi dari pola candlestick akan menunjukkan panduan bagi kita untuk menentukan kemungkinan untuk bertransaksi.

Misalnya anda dapat menemukan pola hammer berada pada sebuah dasar dari sebuah pola kecenderungan turun, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya pola pembalikan trend/reversal, ataupun dapat ditemukan juga di atas sebuah pola kecenderungan / trend naik yang disebut juga dengan pola hanging man.

Dengan mengetahui kaidah-kaidah terbentuknya candlestick seperti di atas, dapat membantu anda untuk memaksimalkan keuntungan/profit dari transaksi anda di suatu pasar bursa.

Pola Bearish dengan kehandalan rendah

.

.

Sumber: http://belajarcandlestick.blogspot.com/

Comments

Leave a Reply